Badai Matahari

Badai Matahari,, Rangkaian 2 kata ini memang terdengar menyeramkan apalagi membayangkannya. Apa sebenarnya Badai Matahari itu ya? Menurut seorang ahli dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), bahwa Badai Matahari akan terjadi ketika adanya Flare dan Corona Mass Ejection (CME). Hmmm.. lalu, Flare itu apa? Flare adalah ledakan besar di atmosfir Matahari yang dahsyatnya 66juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Padahal, bom atom yang dijatuhkan Paul Tibbets, pilot pesawat AS B-29 Enola Gay, Agustus 1945, itu langsung merenggut sekitar 80ribu jiwa manusia. Belum termasuk puluhan ribu yang terkena radiasinya. Berarti kalau dikali 66juta kali lagi????? Sedangkan CME adalah jenis ledakan sangat besar yang menimbulkan lontaran partikel-partikel angkasa berkecapatan supersonic sekitar 400km/s.

Truz, Apa Akibatnya???

Gangguan cuaca di matahari itu dapat mengubah kondisi muatan antariksa hingga mempengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak kepada sistem kelistrikan, dan transportasi yang mengandalkan satelit navigasi Global Positioning System (GPS), serta sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), juga dapat membahayakan kesehatan dan kehidupan manusia. Misalnya, karena magnet Bumi terganggu, maka alat pacu jantung juga akan terganggu. Telepon seluler akan error, sms juga tidak berfungsi. Berminat melihat animasi Flare matahari paling terbaru? Kunjungi situs ini: http://www.space.com/spacewatch/space_weather.html atau http://www.space.com/spacewatch/sun_cam_animated.html

Mengantisipasi Badai Matahari

Menurut para ahli, dari Badai Matahari akan terlontar miliaran partikel elektron yang akan sampai ke lapisan ionosfer Bumi dalam waktu 4 hari. Dampaknya, es di kutub akan meleleh. Untuk mengurangi bahaya badai antariksa itu, LAPAN tengah membangun Pusat Sistem Pemantau Cuaca Antariksa Terpadu di pusat Pemanfaatan Sains Antariksa LAPAN Bandung. Objek yang dipantau antara lain lapisan ionosfer dan geomagnetik, serta gelombang radio. Sistem ini sudah beroperasi pada Januari 2009. LAPAN telah berkoodinasi dengan pihak yang akan terkena dampaknya jika badai ini terjadi, yakni DEPKOMINFO, DEPHANKAM, TNI, DEPHUB, PLN, dan Pemda. Pelatihan bagi aparat pemda yang mengoperasikan radio HF telah dilakukan, kini ada sekitar 500 orang yang terlatih. PLN juga harus melakukan sosialisasi akan adanya pemutusan berkala demi mengurangi dampak badai antariksa ini. Begitu pun pengatur penerbangan dan pelayaran yang berbasis GPS sebagai sistem navigasi, disarankan menggunakan sistem manual ketika badai antariksa terjadi dalam memandu tinggal-landas atau pendaratan pesawat.

Perubahan densitas elektron akibat cuaca antariksa dapat mengubah kecepatan gelombang radio ketika melewati ionosfer, sehingga menimbulkan tertunda sinyal GPS. Perubahan ini mengakibatkan penyimpangan saat penentuan jarak dan posisi. Selain itu, komponen mikroelektronika satelit navigasi dan komunikasi akan mengalami kerusakan sehingga mengalami percepatan masa pakai dan membuatnya tidak berfungsi lagi.

Kalender Suku Maya

Kalender satu ini memang memiliki keunikan tersendiri karena perhitungannya berbeda dengan perhitungan kalender Masehi. Beredarnya isu tentang kiamat 2012 pun dihubungkan dari perhitungan kalender ini. Kenapa ya? Setelah membaca ulasan Pak Ma’rufin Sudibyo yang dimuat di sebuah milis, yang mengatakan bahwa berakhirnya kalender Suku Maya pada tanggal 21 Desember 2012 itu sebenarnya lebih karena berakhirnya siklus kalender mereka, yaitu karena “Kehabisan Angka”. Bingung kan?! Jadi menurut beliau, sistem kalender Maya berbasis bilangan 20 (bi-desimal), berbeda dengan kalender lainnya yang berbasiskan bilangan 10 (desimal).

Menurut mbak Avivah Yamani di situs langitselatan.com, dengan metode penulisan 0.0.0.0.0 dan ‘hobi’nya suku Maya dengan siklus 13 dan 20, serta awal kalender Maya ekivalen dengan 11 Agustus 3114 BCE, maka posisi kalender Maya 13.0.0.0.0 (angka terbesar kalender Maya) ini juga ekivalen dengan 21 Desember 2012. jadi, setelah tahun 13.0.0.0.0 ini terlampaui, maka kalender Suku Maya tidak akan menjadi 13.0.0.0.1 atau lebih besar lagi, melainkan kembali ke posisi 0.0.0.0.1 (angka paling kecil). Itulah yang dimaksud dengan “Kehabisan Angka”. So, satu hari setelah 21-12-2012 atau tanggal 22-12-2012, kalender Maya akan memulai siklus barunya dengan angka 0.0.0.0.1.

Sebenarnya saya juga masih bingung dengan perhitungan kalender seperti itu. Dari mana pula mereka mendapatkan perhitungan yang ‘aneh’ itu??? Bagi anda yang merasa berasal dari Suku Maya, tolong jawab pertanyaan saya ya… Salam kenal dari saya, Suku Guci (Padang-Sumatera Barat)😉

What Would Be Happen?

Memang, seperti pernah ditulis oleh Pak A.R. Sugeng R, potensi terbesar dari “Kiamat 2012” adalah Badai Matahari, dimana secara siklusnya pada rentan waktu 20011-2012 Sunspot number Matahari memang mencapai puncaknya dan berkorelasi langsung dengan tingginya semburan proton energetik dari permukaan Matahari ke segala arah. Model-model matematis yang dikembangkan NASA menyebut Badai Matahari ini akan menyamai peristiwa Carrington 1859 silam, dengan efek yang merusak sistem telekomunikasi, satelit, dan kelistrikan. Sebagai gambaran, Badai Matahari 1989, kekuatannya mampu membelokkan arah jarum kompas hingga 7derajat dari Magnetic North sehingga mengakibatkan kerusakan trafo listrik di Ontario Hydro sehingga sebagian AS dan Kanada mati listrik selama 9 jam. Dan pada Badai Matahari 2011-2012 diperkirakan mampu membelokkan arah jarum kompas hingga 15-20derajat, tentu kerusakannya dapat menjangkau daerah yang lebih jauh, bahkan hingga ekuator.

Tentang tumbukkan benda langit, memang tata surya kita sedang melintasi bidang galaksi Bima Sakti, dan saat itu akan menyebabkan perturbasi gravitasi dari bintang-bintang tetangga kita menjadi maksimal. Persoalannya, kapan perturbasi itu mampu menghentikan jutaan benda langit mini di awan komet Oort dan sabuk asteroid Kuiper, hingga berubah menjadi komet-komet yang menghujani tata surya bagian dalam, saat ini belum dapat dikuantifikasi. Kita hanya tahu itu akan terjadi, tapi tidak tahu kapan.

Yaaah.. sekali lagi hal ini bukan untuk menakut-nakuti tapi supaya kita mengingat betapa kecilnya diri kita, dan Tuhan lah yang Maha Segalanya..

About resariski

me - Resa - a girl who was born at December 16th is the youngest daughter (from 4 brothers) in my family. This is my official weblog. View all posts by resariski

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: