ALat-alat yang digunakan dalam Jaringan Forensik

Internet yang berhubungan dengan Jaringan Forensik dan proses intersepsi yang sah menurut hukum adalah tugas-tugas yang penting untuk banyak organisasi termasuk small medium business, enterprises, industri banking dan finance, Pemerintahan, forensik, dan agen intelijen untuk tujuan yang berbeda-beda seperti pengarsipan, intersepsi, dan mengaudit lalu lintas internet untuk referensi masa depan dan kebutuhan forensik. Pengarsipan ini dan pemulihan kembali data internet dapat digunakan untuk barang bukti hukum dalam beberapa kasus perselisihan. Pemerintah dan agen-agen intelijen mengunakan beberapa teknologi untuk melindungi dan mempertahankan keamanan nasional.

Produk-produk seperti Sistem E-Detective (Wired LAN Interception System), Sistem Wireless-Detective(802.11 a/b/g/n Wireless LAN Interception System), dan HTTPS/SSL Network Packet Forensic Device adalah produk-produk yang menyediakan solusi-solusi network monitoring, network forensics, auditing, dan proses intersepsi yang sah secara hukum.

E-Detective – Sistem Jaringan Forensik Real-Time dan Proses Intersepsi Yang Sah Menurut Hukum

E-Detective adalah sebuah sistem yang melakukan proses intersepsi internet secara real-time, monitoring, dan sistem forensik yang menangkap, membaca kode ( dengan menguraikan isi sandi / kode ), dan memulihkan kembali beberapa tipe-tipe lalu lintas internet. Sistem ini biasanya digunakan pada perusahan internet dan memantau tingkah laku, audit, penyimpanan record, analisis forensik, dan investigasi yang sama baiknya dengan hukum, serta intersepsi yang sah menurut hukum untuk penyenggaraan badan usaha yang sah menurut hukum seperti Kepolisian Intelijen, Kemiliteran Intelijen, Departemen Cyber Security, Agen Keamanan Nasional, Departemen Investigasi Kriminal, Agen Pembasmian Terorisme, dan lainnya. Sistem ini juga menyediakan pemenuhan solusi untuk banyak standard-standard atau berlaku seperti Sarbanes Oxley Act (SOX), HIPAA, GLBA, SEC, NASD, E-Discovery, dan lain-lainnya.

E-Detective mampu untuk membaca kode ( dengan menguraikan isi sandi / kode ), reassembly, dan memulihkan kembali berbagai jenis aplikasi-aplikasi internet dan servis-servis misalnya Email (POP3, IMAP dan SMTP), Webmail (Yahoo Mail, Windows Live Hotmail, Gmail), Instant Messaging (Yahoo, MSN, ICQ, QQ, Google Talk, IRC, UT Chat Room, Skype), File Transfer (FTP, P2P), Online Games, Telnet, HTTP (Link, Content, Reconstruct, Upload dan Download, Video Streaming), VOIP (modul opsional), dan lain-lainnya.

E-Detective datang dengan variasi yang luas dari fungsi dan keistimewaan manajemen dan administrasi. Sistem ini menyediakan kepada Anda berbagai tipe-tipe dari laporan dengan Top-Down View. Laporan-laporan tersebut dapat dibuat termasuk Total Throughput Statistical Report-nya, Network Service Report (basis harian, mingguan), Top Website, dan lain-lainnya. Semua statistik-statistiknya dapat ditampilkan dalam per IP Address atau basis per User Account.

E-Detective juga menyediakan macam-macam fungsi-fungsi pencarian. Sistem ini menyediakan Free Text Search (pencarian Kata Kunci dengan bantuan Boolean), Conditional Search, Similar Search, dan Association dengan Relationship Search. Sistem ini juga datang dengan fungsi-fungsi Alert dan Notification (Throughput, Conditional, dan Key Words Alert) yang mengizinkan network administrator menentukan aturan-aturan alert dan parameter-parameter yang berbeda. Hal ini mengizinkan alert di-trigger (email dikirim ke administrator) sekali, konten spesifik ditemukan dalam menangkap dan memulihkan kembali konten.

Fungsi backup mengizinkan user untuk mem-backup file data mentah yang ditangkap atau memulihkan kembali konten-konten. User dapat meng-setup Auto Backup untuk meng-Backup file-file ini ke drive eksternal (NAS atau SAN) melalui metode upload FTP. Selain itu, user dapat pilihan untuk mem-backup secara manual file-file ini dengan mem-burning file-file tersebut ke CD/DVD atau tetap men-download file-file tersebut ke lokal hard drive/PC.

Fungsi-fungsi tambahan yang tersedia seperti Bookmark, Capture File List (Membandingkan isi dari dua file), Online IP List, Authority Assignment, Syslog Server, dan lain-lainnya. Fungsi-fungsi lainnya termasuk hashed export (backup), file content comparison, dan lain-lainnya.

Wireless-Detective – Wireless Forensik Real-Time dan Proses Intersepsi Yang Sah Menurut Hukum

Wireless-Detective adalah Wireless LAN (WLAN) yang lengkap dan umum yang dapat diintersepsi secara sah secara hukum dan solusi investigasi forensik untuk intelijen yang berhubungan dengan unit-unit / badan usaha seperti polisi, militer, Agen Keamanan Nasional, Departemen Investigasi Kriminal, dan lain-lainnya. Faktanya, Wireless LAN (WLAN) ini adalah solusi paling dapat dipercaya untuk menemukan, mengindentifikasi semua aktivitas-aktivitas Wireless LAN Internet yang ilegal atau transaksi-transaksi dan menjaga semua barang bukti ini.
Wireless-Detective adalah alat investigasi forensik WLAN yang tersedia paling kecil dan ringan.

Wireless-Detective terdiri dari laptop kecil (layar monitor 12.1 inch) dengan integrasi OS Linux dengan diinstalasi software Wireless-Detective. Dengan ukurannya yang kecil (mudah dibawa-bawa), profesional forensik dapat dengan mudah membawa keluar kemana-mana (seperti restaurant, shopping mall, airport, cafe, hotspot, dan lain-lainnya) untuk intersepsi yang sah menurut hukum dan tugas investigasi forensik tanpa pemberitahuan kepada publik dan yang paling penting, tersangka atau target tidak akan tahu tentang ini. Dengan kapasitas untuk memeriksa semua channel-channel WLAN (802.11a/b/g 2.4GHz dan 5 GHz frequency bands) untuk menangkap atau mendeteksi lalu lintas WLAN dari jaringan Wi-Fi yang tersedia, Decrypt WEP encrypted (modul opsional WPA-PSK) jaringan wireless (secara otomatis atau manual), decode, dan meninjau kembali penangkapan data mentah WLAN, menyimpan data mentah yang tertangkap dan menyimpan data yang telah ditinjau kembali ke dalam database-nya, dan menampilkan mereka dalam keadaan aslinya dan format isi eksak, hal itu membuat Wireless-Detective menjadi paling lengkap (Semua Jadi Satu) intersepsi WLAN-nya dan tool investigasi forensic-nya. Selanjutnya, interface managemen user Wireless-Detective atau GUI (di akses melalui browser) sangat user friendly, mudah dioperasikan, dan di-manage.

Wireless-Detective mampu untuk decoding dan merekonstruksi lalu lintas WLAN Internet secara real time seperti Email (POP3, SMTP, IMAP), Webmail (Gmail, Yahoo Mail, Windows Live Hotmail), Instant Messaging/Chat (MSN/Windows Live Messenger, Yahoo Messenger, IRC, ICQ, QQ, UT Chat Room, Google Talk Gmail, Skype Voice Log), FTP, P2P, Online Game, TELNET, HTTP (URL Link, Content, Reconstruct, Download/Upload, Video Stream), dan lain-lainnya. Setelah decoding dan rekonstruksi dari lalu lintas penangkapan, interface menampilkan mereka dalam list menu sesuai dengan perbedaan protokol/tipe kategori dalam format isi eksak atau asli.

Dengan kemampuan pencarian dengan keyword atau pencarian dengan parameter (Conditional Search), pencarian mengizinkan investigasi forensik lebih lanjut. Ini membuktikan bahwa Wireless-Detective adalah sebuah sistem All-in-One (semua pekerjaan investigasi WLAN diadakan dalam satu mesin) yang dapat mempercepat seluruh proses investigasi.

Kedua keuntungan dari sistem Wireless-Detective dibandingkan dengan alat-alat  wireless forensik yang lainnya, banyak profesional forensik di seluruh dunia telah memilih untuk memiliki sistem Wireless-Detective sebagai alat profesional mereka untuk intersepsi yang sah menurut hukum dan investigasi. Perpindahan Wireless-Detective (sistem paling kecil) dan kelengkapan feature-feature/fungsi-fungsi-nya, kepercayaan, dan solusi All-in-One dipercaya untuk memerangi penipuan/kecurangan melalui Internet, kriminal berteknologi tinggi, dan teroris melalui penggunaan jaringan Wi-Fi.

HTTPS/SSL Network Packet Forensics Device – Sistem HTTPS/SSL Forensik Real-Time dan Proses Intersepsi Yang Sah Menurut Hukum

HTTPS/SSL Network Forensics Device (HTTPS/SSL Interceptor) didesain spesial untuk masalah-masalah forensik dimana device ini digunakan untuk mendeskripsi lalu lintas HTTPS/SSL. Alat ini dapat digunakan oleh badan penegak hukum, polisi, unit-unit investigasi, firma-firma forensik, departemen-departemen pemerintahan untuk mengikuti jejak atau memantau HTTP dan HTTPS (melalui Internet) aktivitas-aktivitas tersangka-tersangka. HTTPS/SSL Device memiliki fungsi konstruksi kembali web E-Detective (HTTP Link dan HTTP Content) diintegrasikan ke dalam sistem dimana sistem mengizikan administrator untuk melihat isi halaman web dalam keadaan normal dan halaman web keamanannya terjamin.

HTTPS/SSL Interceptor dapat bekerja dalam dua mode: 1. Man in the Middle Attack (MITM); dan 2. Offline Method (Mendeskripsi data mentah HTTPS dengan Private Key yang tersedia). Dalam metode MITM, sesuatu berlaku seperti wakil dari PC target/tersangka. Semua lalu lintas dari PC target atau tersangka akan diarahkan ke HTTPS/SSL Interceptor. Oleh karena itu, alat itu dapat mengumpulkan sertifikat asli dari SSL Server jika PC target mengakses sampai SSL Server. Dalam waktu singkat, HTTPS/SSL Interceptor kembali dengan sertifikat yang dihasilkannya sendiri. Dalam metode ini, HTTPS/SSL Interceptor diizinkan untuk mendeskripsikan lalu lintas HTTPS. Dalam Offline Method, dengan data mentah HTTPS yang ditangkap, HTTPS/SSL Interceptor mampu untuk mendeskripsikan lalu lintas jika private key tersedia.

Login username dan password seperti Google atau Gmail login, Yahoo Mail login, ebay login dan lain-lainnya, dapat ditangkap dengan HTTPS/SSL Interceptor.

Honeypot dan Alat Analisis Forensik Berdasarkan Distro KNOPPIX STD dan Tiny Honeypot oleh George Bakos

Alat ini untuk memonitor jaringan untuk instruksi yang tidak sah pada sistem informasi. Alat untuk melakukan analisis forensik pada data yang diambil. Alat ini berlisensi di bawah GNU GPL. Alat ini lingkungan yang lengkap untuk pengujian jaringan dan menggunakan hasilnya untuk melakukan analisis forensik dari data. lingkungan ini memberikan landasan yang kokoh bagi pembangunan, dan penelitian kerentanan. Sebagian dari alat ini terdiri dari komponen yang ditulis dalam kode Shell dan Perl Proyek ini dilakukan oleh Vijay Vikram Shreenivos sebagai bagian dari disertasi tugas akhir masa jabatannya pada James Cook University Singapore. Persyaratan Sistem  hardware adalah sebagai berikut :

  1. Pentium 150 MHz atau lebih unggul
  2. Hard disk IDE atau SCSI (512MB ukuran minimal)
  3. Minimal 64MB RAM
  4. 1 CDROM Drive SSH ver 1 dan 2.

Sumber:

http://marianasetiawati.blogspot.com/2010/05/komputer-dan-jaringan-forensik-serta.html

dan berbagai sumber lainnya.

About these ads

About resariski

me - Resa - a girl who was born at December 16th is the youngest daughter (from 4 brothers) in my family. This is my official weblog. View all posts by resariski

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: